Pages

Selasa, 22 Desember 2015

Sejarah VOC

Tentang VOC dan arsipnya itu sendiri

Beberapa peneliti sebelumnya telah menerbitkan artikel mengenai Perusahaan Dagang Belanda di Hindia Timur (VOC), tentang administrasi dan radionya. Artikel-artikel ini menyediakan berlatar belakang informasi penting untuk memahami bahwa arsipnya saat ini berada di Arsip Nasional Indonesia, Belanda dan negara lainnya. Artikel-artikel ini telah diterbitkan dalam inventaris oleh Brill pada tahun 2007.
Organisasi VOC
Prof. Dr. F.S. Gaastra
Di antara semua perserikatan dagang yang ada di abad ke-17 dan ke-18, Perserikatan Dagang Hindia Timur (VOC), yang didirikan pada tahun 1602, pasti merupakan yang paling sukses. Tidak lama sesudah kelahirannya, badan ini berhasil menyingkirkan orang Portugis, yang satu abad sebelumnya telah membangun imperium perdagangan di Asia, dan hampir menyisihkan saingan di perdagangan Asia-Eropa itu. Saingan utama VOC, yaitu East India Company (EIC), yang telah didirikan di London pada tahun 1600, mulamula tidak cukup memiliki kemampuan keuangan dan kehandalan keorganisasian, serta tidak cukup mendapat dukungan dari pihak pemerintah Inggris, sehingga tidak dapat menandingi Kompeni Belanda itu. Baru pada akhir abad ke- 17 EIC berkembang sebagai lawan yang benarbenar patut disegani, yang kemudian, di sepanjang abad ke-18, mengungguli saingannya di beberapa bidang. Bagaimanapun, sampai akhir sejarahnya pada tahun 1800 VOC tetap merupakan yang terbesar di antara perusahaan-perusahaan dagang yang beroperasi di Asia.1 Kompeni Belanda itu bertumbuh pesat berkat beberapa faktor. Pertama sekali, berlimpahnya modal di Republik memungkinkan VOC maju jauh dibandingkan dengan lawannya. Dengan demikian VOC mampu membiayai operasi-operasi militer yang perlu untuk meraih kedudukan sebagai pemegang monopoli sedunia dalam hal perdagangan rempah-rempah. Penaklukan Kepulauan Banda pada tahun 1622 membuat VOC memperoleh monopoli pala dan kembang pala. Sebaliknya, upaya memonopoli cengkih membutuhkan jangka waktu yang lebih lama. Dengan jalan menghancurkan pohon-pohon cengkih di sejumlah pulau di Kepulauan Maluku, VOC berhasil memusatkan pembudidayaan rempah ini di Ambon. Makassar merupakan pelabuhan terakhir tempat para saudagar dari Eropa dan Asia masih sempat memasok rempahrempah bukan dengan perantaraan VOC – yang oleh VOC dipandang sebagai ‘penyelundupan’ – tetapi penaklukan kota itu pada tahun 1667 berarti jalur itu pun tertutup. Terakhir, monopoli dalam perdagangan kayu manis diperoleh dengan cara mengusir orang Portugis dari Sri Lanka. Hal ini terjadi dalam dua tahap: antara tahun 1627 dan 1642, dan dalam kurun waktu 1654-1658.
Sejarah Arsip-arsip
G.L. Balk, F. van Dijk, D.J. Kortlang (Arsip Nasional Belanda)

Tentang hal ihwal arsip pada zaman Hoge Regering (Peme rintah Agung) tidak terlalu banyak diketahui. Pada waktu itu arsip disimpan di Benteng (Kasteel) Batavia, yang merupakan tempat berkedudukannya Hoge Regering dan untuk waktu yang cukup lama berfungsi juga sebagai kediaman resmi gubernur jenderal. Karena situasi perang yang berlaku pada tahun 1620-an, dokumendokumen dari zaman sebelum tahun 1620 hampir tak ada satu pun yang tersimpan.1 Pada tanggal 29 Juli 1641 Hoge Regering mengangkat komisi di bawah pimpinan J. Maetsuycker, yang pada waktu itu menjabat sekretaris Raad van Justitie (Dewan Peradilan), dengan tugas memeriksa kertaskertas tua yang tersimpan di kantor gubernur jenderal, ‘di dalam peti Portugis yang terkunci’. Perawatan arsip-arsip ini menjadi tanggung jawab juru tulis kepala Generale Secretarie (Sekretariat Umum). Setelah ditemukan ‘kekurangankekurangan dan ketidaksempurnaan’, pada tahun 1735 perawatannya diserahkan kepada dua orang ‘archivaris’ (juru arsip), yaitu: Gerardus Kluysenaar, seorang saudagar tenaga VOC yang saat itu tidak mempunyai tempat tugas, dan seorang asisten bernama Carel Anthony le Vasseur de Rocques.2 Mereka mendapat tugas untuk membandingkan daftar-daftar arsip yang telah tersusun dengan kenyataan di tempat. Pada tahun 1739 lemari-lemari arsip dan ruangan tempat lemari-lemari tersebut berdiri telah terisi penuh. Karenanya orang membersihkan sebuah gudang bekas untuk dijadikan ruang penyimpanan arsip-arsip tersebut.3 Pada tahun 1768 ruangan ini pun terisi penuh. Maka diputuskan untuk memusnahkan semua surat rangkap (yakni versi asli surat-surat yang telah dikirim ke kantorkantor cabang, catatan-catatan harian yang asli, lampiran-lampiran, dan lain-lain).4 Pada tahun 1770 dibuatlah inventaris semua dokumen arsip, dan disusun pula daftar dokumendokumen yang dapat saja dimusnahkan karena ‘rusak disebabkan oleh rayap dan serangga lainnya’.5 Selama abad ke-18 banyaknya pekerjaan di kantor Sekretariat Umum menanjak pesat. Maka juru tulis kepala menulis surat permohonan kepada Hoge Regering agar jajaran juru tulis pada Sekretariat Umum, yang pada waktu itu berjumlah 34 orang, ditingkatkan.


Pengurus Pusat VOC dan lembaga-lembaga pemerintahan kota Batavia (1619-1811) – sebuah pendahuluan
Dr Hendrik E. Niemeijer

Pada tanggal 30 Mei 1619 VOC merebut pelabuhan Jakatra di pantai utara Pulau Jawa. Dengan demikian Kompeni memperoleh sebuah pelabuhan permanen dan mendapat galangan kapal, gudang-gudang pusat untuk kegiatan perdagangan, serta pusat pemerintahan dan administrasi. Mulai saat itu di Jakatra, yang kemudian dinamakan Batavia, berkedudukan pemerintah pusat VOC di Asia, yakni gubernur jenderal dan anggota Raad van Indië (Dewan Hindia), yang dalam dokumen-dokumen biasanya disebut Hoge Regering (Pemerintah Agung/Pusat). Lembaga-lembaga pemerintahan pusat dan rumah-rumah para pegawai Kompeni, dari yang berpangkat paling tinggi sampai yang paling rendah, semuanya terpusat dalam satu kompleks yang dijaga ketat, yaitu Kasteel (Benteng) Batavia. Benteng itu dibongkar pada masa Gubernur Jenderal H.W. Daendels (1808-1811). Pada tanggal 17 September 1811 pengganti Daendels, Gubernur Jenderal J.W. Janssens, menandatangani kapitulasi kepada tentara Inggris. Maka tahun ini merupakan titik akhir kurun waktu yang dibahas dalam Pendahuluan ini. 1 Inventaris menyeluruh ini terutama mencakup arsip-arsip yang pada zaman VOC disimpan dalam Kasteel. Pada masa jabatan Daendels sejumlah besar dokumen dari Kasteel dibuang, tetapi banyak juga yang masih tersimpan hingga sekarang. Dalam bagian pendahuluan ini kami menyebutkan lembaga-lembaga pemerintahan dan dewan-dewan kota serta metode kerjanya. 2 Dalam pasal II kami akan membahas lembaga-lembaga sentral di bidang pemerintahan dan peradilan dalam Kasteel Batavia, yaitu:
1. Hoge Regering (Pemerintah Agung, 1609-1811);
2. Hoge Commissie (Komisi Tinggi, 1791-1799);
3. Algemene Rekenkamer (Badan Umum Pengawas Keuangan, 1808-1811);
4. Raad van Justitie (Dewan Peradilan, 1620-1809).
Selanjutnya akan dibahas lembaga-lembaga pemerintahan kota. Batavia mempunyai beberapa lembaga yang fungsinya sama dengan lembaga serupa yang terdapat di kota-kota besar daerah Holland. Dalam arsip, lembaga-lembaga ini biasanya dinamakan colleges (dewan).

Cara menyembuhkan Kanker

Kanker Akan Musnah saat Anda Konsumsi 7 Makanan Ini

Ilustrasi virus penyebab kanker.
Beberapa portal kesehatan telah membahas makanan-makanan ini yang dapat menghentikan sel-sel kanker dan perkembangannya. Bahkan, banyak ilmuwan yang mengatakan, makanan-makanan ini memiliki efek lebih baik dari kemoterapi.
Ketujuh makanan ini dapat memotong suplai darah yang menuju ke sel-sel kanker atau memiliki sifat anti-angiogenesis. Apa itu angiogenesis? Ini merupakan proses penciptaan pembuluh darah dalam tubuh, dan proses itu sendiri bervariasi dalam periode tertentu dalam hidup.
Angiogenesis sangat merugikan bagi tubuh Anda. Maka dari itu, untuk mengontrol angiogenesis, Anda dapat mengonsumi beberapa makanan berikut ini. Dengan cara ini, kita bisa menghentikan perkembangan sel-sel kanker.
1. Tomat.
Hasil penelitian menunjukkan, orang yang mengonsumsi saus tomat (tomat yang dimasak) lebih dari 4 kali sebulan, dapat mengurangi risiko terkena kanker prostat hingga 50 persen. Tomat tinggi likopen (anti angiogenik). Likopen dalam tomat akan meningkat saat berada di bawah suhu tinggi.
2. Kunyit.
Kunyit merupakan makanan super yang memiliki kemampuan untuk mengatasi kanker dan membakar lemak.
3. Anggur merah.
Resveratrol merupakan antioksidan yang ditemukan dalam kulit buah anggur merah yang dihubungkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, kanker dan dapat memperpanjang usia.
4. Teh hijau
Manfaat teh hijau pasti sudah tak asing lagi bagi Anda. Selain dapat menurunkan berat badan, teh hijau juga disinyalir dapat menjadi minuman pengganti kemoterapi.
5. Blueberry dan 6. Raspberry.
Warna gelap pada blueberry dan raspberry berasal dari phytochemical yang dapat menjamin perlindungan terhadap berbagai penyakit (seperti anggur merah), mengurangi dorongan oksidatif dan menghentikan angiogenesis. Kedua buah ini merupakan senjata penting dalam perang melawan kanker ovarium.
7. Dark chocolate.
Dark chocolat sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, mengubah suasana hati Anda menjadi lebih baik dan melawan sel-sel jahat termasuk kanker.
Sumber: Food and Healthy Life

Pertempuran lima hari di semarang

Pertempuran lima hari di Semarang

 

Pertempuran lima hari di Semarang adalah serangkaian pertempuran antara rakyat Indonesia di Semarang melawan Tentara Jepang pada masa transisi kekuasaan setelah Belanda yang terjadi sejak tanggal 15 Oktober 1945 sampai dengan tanggal 20 Oktober 1945. Dua penyebab utama pertempuran ini adalah karena larinya tentara Jepang dan tewasnya dr. Kariadi

Kronologi

  • Pada 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian, tepatnya, 8 Maret, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak itu, Indonesia diduduki oleh Jepang
  • Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada 6 dan 9 Agustus 1945. Mengisi kekosongan tersebut, Indonesia kemudian memproklamirkan kemerdekaannya pada 17Agustus1945.
  • Hal pertama yang menyulut kemarahan para pemuda Indonesia adalah ketika pemuda Indonesia memindahkan tawanan Jepang dari Cepiring ke Bulu, dan di tengah jalan mereka kabur dan bergabung dengan pasukan Kidobutai dibawah pimpinan Jendral Nakamura. Kidobutai terkenal sebagai pasukan yang paling berani, dan untuk maksud mencari perlindungan mereka bergabung bersama pasukan Kidobutai di Jatingaleh.
Setelah kaburnya tawanan Jepang, pada Minggu, 14 Oktober 1945, pukul 6.30 WIB, pemuda-pemuda rumah sakit mendapat instruksi untuk mencegat dan memeriksa mobil Jepang yang lewat di depan RS Purusara. Mereka menyita sedan milik Kempetai dan merampas senjata mereka. Sore harinya, para pemuda ikut aktif mencari tentara Jepang dan kemudian menjebloskannya ke Penjara Bulu. Sekitar pukul 18.00 WIB, pasukan Jepang bersenjata lengkap melancarkan serangan mendadak sekaligus melucuti delapan anggota polisi istimewa yang waktu itu sedang menjaga sumber air minum bagi warga Kota Semarang Reservoir Siranda di Candilama. Kedelapan anggota Polisi Istimewa itu disiksa dan dibawa ke markas Kidobutai di Jatingaleh. Sore itu tersiar kabar tentara Jepang menebarkan racun ke dalam reservoir itu. Rakyat pun menjadi gelisah. Cadangan air di Candi, desa Wungkal, waktu itu adalah satu-satunya sumber mata air di kota Semarang. Sebagai kepala RS Purusara (sekarang Rumah Sakit Kariadi) Dokter Kariadi berniat memastikan kabar tersebut. Selepas Magrib, ada telepon dari pimpinan Rumah Sakit Purusara, yang memberitahukan agar dr. Kariadi, Kepala Laboratorium Purusara segera memeriksa Reservoir Siranda karena berita Jepang menebarkan racun itu. Dokter Kariadi kemudian dengan cepat memutuskan harus segera pergi ke sana. Suasana sangat berbahaya karena tentara Jepang telah melakukan serangan di beberapa tempat termasuk di jalan menuju ke Reservoir Siranda. Isteri dr. Kariadi, drg. Soenarti mencoba mencegah suaminya pergi mengingat keadaan yang sangat genting itu. Namun dr. Kariadi berpendapat lain, ia harus menyelidiki kebenaran desas-desus itu karena menyangkut nyawa ribuan warga Semarang. Akhirnya drg. Soenarti tidak bisa berbuat apa-apa. Ternyata dalam perjalanan menuju Reservoir Siranda itu, mobil yang ditumpangi dr. Kariadi dicegat tentara Jepang di Jalan Pandanaran. Bersama tentara pelajar yang menyopiri mobil yang ditumpanginya, dr. Kariadi ditembak secara keji. Ia sempat dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 23.30 WIB. Ketika tiba di kamar bedah, keadaan dr. Kariadi sudah sangat gawat. Nyawa dokter muda itu tidak dapat diselamatkan. Ia gugur dalam usia 40 tahun satu bulan.                        
Peristiwa Lain
  • Sebelum tanggal 20 Oktober, ada kejadian Gencatan Senjata antara kedua belah pihak, tetapi kendati demikian kejadian ini tidak memadamkan situasi, kejadian diperparah dengan pembunuhan sandera (lihat no. 2)
  • Di Pedurungan, orang-orang Semarang, terutama dari Mranggen dan Genuk menjadi satu untuk memindahkan tawanan, yang menjadi sandera. Karena janji Jepang untuk mundur tidak dipenuhi maka 75 sandera itu dibunuh, sehingga perang berlanjut.
  • Datangnya pemuda dari luar Kota Semarang untuk membantu menjadikan Jepang marah
  • Radius 10 km dari Tugumuda menjadi medan peperangan


Tokoh-tokoh yang terlibat

Mengenai pertempuran lima hari di Semarang ini, ada beberapa tokoh yang terlibat adalah sbb :
  1. dr. Kariadi, dokter yang akan mengecek cadangan air minum di daerah Candi yang kabarnya telah diracuni oleh Jepang. Ia juga merupakan Kepala Laboratorium Dinas Pusat Purusara.
  2. Mr. Wongsonegoro, gubernur Jawa Tengah yang sempat ditahan oleh Jepang.
  3. Dr. Sukaryo dan Sudanco Mirza Sidharta, tokoh Indonesia yang ditangkap oleh Jepang bersama Mr. Wongsonegoro.
  4. Mayor Kido (Pemimpin Kidobutai), pimpinan Batalion Kidobutai yang berpusat di Jatingaleh.
  5. drg. Soenarti, Istri dr. kariadi
  6. Kasman Singodimejo, Perwakilan perundingan gencatan senjata dari Indonesia.
  7. Jenderal Nakamura, perwira tinggi yang ditangkap oleh TKR di Magelang

Monumen Tugu Muda

Untuk memperingati Pertempuran 5 Hari di Semarang, dibangun Tugu Muda sebagai monumen peringatan. Tugu Muda ini dibangun pada tanggal 10 November 1950. Diresmikan oleh presiden Ir. Soekarno pada tanggal 20 Mei 1953. Bangunan ini terletak di kawasan yang banyak merekam peristiwa penting selama lima hari pertempuran di Semarang, yaitu di pertemuan antara Jl. Pemuda, Jl. Imam Bonjol, Jl. Dr. Sutomo, dan Jl. Pandanaran dengan lawang sewu. Selain pembangunan Tugu Muda, Nama Dr. Kariadi diabadikan sebagai nama salah satu rumah sakit di Semarang.

 Terima kasih sudah berkunjung di blog ini,bila ada kesalahan kata saya minta maaf

Bilangan Kuantum


                    



Hasil gambar untuk bilangan kuantum
Planck dan Einstein menyatakan bahwa radiasi energi selain bersifat gelombang juga bersifat partikel. Kemudian pada tahun 1924, Louis de Broglie mengemukakan teorinya pada materi yang bergerak selalu disertai gelombang. Jadi, menurut Broglie, partikel selain bersifat materi juga dapat bersifat gelombang.
Oleh karena gerakan elektron dalam inti selalu disertai gelombang maka ketika membicarakan tentang gerakan elektron dalam atom kita menggunakan teori mekanika gelombang. Werner Heisenberg (1927) membuktikan bahwa kedudukan partikel seperti electron tidak dapat ditentukan dengan pasti pada saat yang sama. Konsep Heisenberg itu dikenal sebagai konsep ketidakpastian Heisenberg. Elektron tidak mungkin mempunyai orbit yang pasti dalam mengelilingi inti, yang mungkin dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan electron di daerah tertentu dalam atom. Daerah atau ruang tempat electron ditemukan disebut orbital. Orbital merupakan tingkat energy tertentu dalam atom. Besar, bentuk dan kedudukan dalam ruang suatu orbital ditentukan berdasarkan teori mekanika gelombang atau mekanika kuantum. Lahirnya teori kuantum modern didasari oleh penemuan Erwin Schrodinger. Penemuan Schrodinger hanya dapat diterapkan secara eksak untuk beberapa masalah, seperti partikel dalam kotak dan atom dengan elektron tunggal (atom hydrogen atau atom serupa hidrogen, seperti ion Helium He+) sedangkan masalah-masalah yang lebih rumit, seperti atom polielektron hanya dapat diselesaikan dengan metode pendekatan.
Penyelesaian persamaan dari penemuan schrodinger untuk masalah atom Hidrogen menunjukkan bahwa untuk setiap energi total yang mungkin, dihasilkan lebih dari satu fungsi gelombang. Fungsi gelombang tersebut dicirikan dengan tiga bilangan kuantum yaitu bilangan kuantum utama, bilangan kuantum azimut, dan bilangan kuantum magnetik. Ketiga bilangan kuantum ini merupakan bilangan bulat sederhana. 

Pengertian Bilangan Kuantum
Bilangan kuantum adalah suatu nilai yang menjelaskan kuantitas kekal dalam sistem dinamis. Bilangan kuantum menggambarkan sifat orbital dan elektron dalam orbital.
Bilangan kuantum menentukan tingkat energi utama atau jarak dari inti, bentuk orbital, orientasi orbital, dan spin elektron. Setiap sistem kuantum dapat memiliki satu atau lebih bilangan kuantum.

Macam-Macam Bilangan Kuantum

Untuk menjelaskan elektron secara lengkap dibutuhkan empat macam bilangan kuantum, yaitu:
  1. Bilangan kuantum utama (n) yang menyatakan tingkat energi.
  2. Bilangan kuantum azimut (ℓ) yang menyatakan bentuk orbital.
  3. Bilangan kuantum magnetik (m) yang menyakatakan orientasi orbital dalam ruang tiga dimensi.
  4. Bilangan kuantum spin (s) yang menyatakan spin elektron pada sebuah atom.
            Bilangan kuantum utama adalah bilangan bulat positif yang menggambarkan kedudukan atau jarak relatif elektron terhadap intinya atau bilangan yang menunjukan kulit atom.Bilangan kuantum utama biasanya menunjukan tingkat energi utama dimana elektron itu berada.Bilangan kuantum utama biasanya disimbolkan dengan n.semakin besar harga n semakin besar ukuran orbital yang dihuni oleh elektron.
Perhatikan tabel dibawah ini :

Kulit
K
L
M
N
O
P
Q
Harga n
1
2
3
4
5
6
7

            Energi biasanya dinyatakan dengan kulit,nilai n dari bilangan kuantum utama,adalah satu sampai tujuh.kulit K dengan harga n = 1 paling dekat dengan inti.elektron yang beredar dikulit K mempunyai tingkat energi yang paling kecil.Kulit L dengan harga n = 2  jaraknya lebih jauh dari inti dibandingkan dengan kulit K .elektron yang berada dikulit L mempunyai energi yang lebih besar dibandingkan dengan elektron-elektron dikulit K.
 Semoga  bermanfaat artikel di atas.

Cara Mengatasi Asam Urat Secara Alami




Cara Mengatasi Asam Urat Tinggi Secara Alami


Hasil gambar untuk gambar kesehatan
Pembahasan artikel kali ini, kita akan membahas mengenai cara mengatasi asam urat. Asam urat merupakan penyakit yang bisa menyerang setiap orang, umumnya bagi orang yang berusia 40 tahun ke atas bagi pria, dan bagi wanita biasanya setelah terjadi masa menopause.
Asam urat adalah penyakit yang menyerang persendian tubuh, biasanya sendi jari tangan, tumit, jari kaki, siku, dengkul dan pergelangan tangan. Rasa sakit atau nyeri yang ditimbulkan akibat asam urat ini sangat hebat. Bahkan, penyakit ini bisa membuat bagian-bagian tubuh yang terserang mengalami pembengkakan dan peradangan.
Asam urat merupakan manifestasi dari metabolisme zat purin yang terbentuk seperti kristal-kristal. Kita bisa menemukan zat purin tersebut di dalam makanan yang kita makan, baik berasal dari makhluk hidup maupun tumbuh-tumbuhan. Jadi, jika kita mengkonsumsi makanan yang mengandung zat purin, maka zat purin inilah yang nantinya berpindah ke dalam tubuh.
cara-mengatasi-asam-urat

Cara Mengatasi Asam Urat Secara Alami

Nah, setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia nantinya diolah melalui proses metabolisme yang akan menghasilkan asam urat. Oleh karena itulah, setiap orang pastinya memiliki kadar asam urat. Namun, kadar asam urat tinggilah yang dapat berbahaya bagi tubuh manusia.
Untuk mengatasi asam urat, bisa dengan obat-obatan yang disarankan dokter. Tetapi, ada juga cara mengatasi asam urat secara alami yang bisa Anda manfaatkan secara aman dan efektif. Tapi, sebelumnya kita harus mengenali gejala-gejala asam urat berikut ini agar Anda bisa mengobatinya lebih dini sebelum bertambah parah. Adapun gejala asam urat, sebagai berikut:
– Selalu merasa capek dan badan terasa pegal-pegal
– Nyeri di bagian otot, persendian pinggang, lutut, punggung, pundak, dan bahu. Ditandai dengan timbulnya pembengkakan, kemerahan serta rasa nyeri yang sangat pada bagian persendian tadi baik di pagi maupun malam hari.
– Sering buang air kecil di pagi hari saat bangun tidur, maupun malam hari. Biasanya lebih sering di malam hari.
– Muncul rasa linu dan kesemutan yang sangat parah
– Menyebabkan penderita kesulitan untuk buang air kecil.
Jika Anda mengalami gejala-gejala diatas, berarti tandanya kadar asam urat dalam tubuh meningkat. Solusinya Anda harus segera konsultasikan keluhan Anda pada dokter!

Cara Mengatasi Asam Urat Tinggi

Nah, bagi Anda yang penasaran bagaimana cara mengatasi asam urat tinggi, berikut ini jawabannya:
1. Ramuan tradisional cengkeh dan ubi jalar merah
Bahan-bahan yang harus disiapkan adalah 5 butir cengkeh, 5 butir kapulaga, 1 jari kayu manis, 5 gram biji pala, 15 gram jahe merah, 1000 ml air, dan 200 gram ubi jalar. Caranya yaitu, rebus semua bahan tadi ke dalam 1000 ml air, didihkan hingga tersisa setengahnya. Kemudian saring dan minum airnya. Namun, untuk ubi jalar sendiri bisa Anda konsumsi secara langsung (dimakan).
2. Daun salam
Bahan-bahannya adalah 10 lbr daun salam dan 2 gelas air. Caranya, rebus 10 lbr daun salam yang sudah dibersihkan ke dalam 2 gelas air, lalu didihkan hingga tersisa 1 gelas. Minum airnya secara rutin, sebanyak 2 kali sehari.
3. Buah pare
Bahannya: 1 buah pare, 2 gelas air. Caranya yaitu dengan membuang biji buah pare, setelah itu cuci bersih buah pare dan potong-potong, kemudian rebus dengan 2 gelas air. Didihkan hingga tersisa setengahnya, lalu minum air rebusan pare tadi. Minum secara teratur 1 kali sehari.
4. Campuran daun sosor bebek, cengkeh dan jahe
Bahan-bahan pembuatannya adalah 5 butir cengkeh, 5 butir kapulaga, 4 lbr daun sosor bebek, 1 jari kayu manis, 5 gram biji pala, jahe 10 gram, dan 600 ml air. Caranya yaitu rebus semua bahan yang sudah dibersihkan ke dalam 600 ml air bersih, lalu didihkan hingga tersisa 300 ml air. Kemudian saring air rebusan tadi, dan minum ramuannya hingga 3 kali sehari secara teratur. Minum 300 ml air ramuan tadi dibagi 3 kali untuk satu kali minum. Yaitu masing-masing 100 ml air.
Nah, itulah cara-cara mengatasi asam urat tinggi secara alami yang dapat Anda coba di rumah. Semoga bermanfaat!

Kamis, 15 Oktober 2015

Cara cepat mendapatkan whaff dengan cepat

Cara Menjalankan Whaff Agar Cepat Menghasilkan Dollar

Berikut ini adalah panduan cara menjalankan Whaff agar cepat menghasilkan uang. Untuk menghasilkan uang dari Whaff, Anda harus menyelesaikan semua misi dan penawaran Whaff, baik itu mendownload aplikasi / games, menjalankan misi harian, beraktifitas di jejaring sosial untuk memaksimalkan pendapatan dan lain sebagainya. Bagi Anda yang baru saja mendaftar Whaff, berikut ini adalah step pertama untuk menghasilkan uang yang paling mudah.

LANGKAH PERTAMA SETELAH DAFTAR WHAFF

Setelah mendaftar Whaff dan memasukkan kode BJ80423, maka secara otomatis saldo dalam akun Whaff Anda akan menjadi 0,30 Dolar. Itu adalah bonus pertama saat mendaftar Whaff, bonus tersebut hanya akan anda dapatkan sekali saja, sesaat setelah mendaftar.

Sedangkan untuk mendapatkan dolar dolar berikutnya, Anda bisa melakukan hal hal mudah berikut :
  • Share Whaff di Google Plus : Dengan membagikan link yang disediakan oleh Whaff ke akun Google Plus, Anda akan dibayar 0,20 Dolar
  • Memberikan LIKE pada Fanspage resmi Whaff : "Ngelike" Fanspage Whaff di Facebook Anda akan dibayar 0,10 Dolar
  • Menulis review tentang Whaff di Play Store : Anda bisa mendapatkan 0,15 Dolar Gratis hanya dengan menulis review atau memberikan rating kepada Whaff di Play Store.
  • Mengajak teman Facebook untuk menggunakan Whaff : Mengajak teman facebook untuk menjadi pengguna Whaff disebut juga "Invite Share & Earn", Anda akan dibayar 0,01 Dolar untuk setiap teman yang Anda undang untuk menggunakan Whaff. Whaff akan tetap membayar Anda walaupun teman facebook mengabaikan ajakan Anda. Bayangkan bila Anda setidaknya mempunyai 5.000 teman facebook, maka Anda akan dengan mudah bisa mendapatkan 50 US Dolar uang gratis. (Hanya teman yang menggunakan Android saja, yang akan terdeteksi oleh Whaff).

Ke empat cara mudah mendapatkan dolar gratis diatas bisa Anda temukan pada menu Whaff Picks pada akun Whaff Anda.

DOWNLOAD APLIKASI & GAME

Download aplikasi dan game merupakan langkah utama Anda untuk mendapatkan banyak Uang dari Whaff. Ada. Ada 3 kategori dengan komisi yang berbeda pada setiap aplikasi yang didownload. Ketiga kategori tersebut adalah :
  • Premium Picks
  • Whaff Picks
  • Lucky Picks
  • Other Picks
Semua Picks Picks diatas menyediakan banyak sekali aplikasi dan game yang bisa Anda download untuk mendapatkan "bayaran".

KEUNGGULAN PREMIUM PICKS

Premium Picks menyediakan berbagai macam Aplikasi dan Games dengan 3 jenis komisi sekaligus dalam 1 aplikasi yang download.


Misalnya aplikasi We Chat seperti gambar diatas :
  1. Anda akan mendapatkan komisi 0,20 Dolar setelah download
  2. Anda juga akan mendapatkan komisi setiap hari 0,06 Dolar jika menjalankan We Chat selama 2 menit sehari.
  3. Bila Aplikasi We Chat tetap berada didalam HP Android (tidak dihapus), maka anda akan dibayar 0,01 setiap hari sampai jangka waktu tertentu.

Berita bagusnya, Anda bisa mendownload semua Aplikasi dan Game pada Premium Picks secara bersamaan agar lebih banyak menghasilkan uang.

Pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah Whaff ini benar - benar membayar para penggunanya ?
Whaff sendiri adalah aplikasi Reward terbaik untuk saat ini, dan sudah mendapatkan Rating Tinggi di Play Store sebagai Aplikasi Reward penghasil uang & Gift Card. 
 Demikianlah panduan dan cara menjalankan Whaff agar cepat menghasilkan uang. Apabila Anda sudah mempunyai ponsel Android itulah modal utama Anda, jikalaupun Anda masih belum punya ponsel Android Anda bisa meminjam / membeli. Jangan sia siakan KESEMPATAN EMAS untuk mendapatkan UANG GRATIS ini. Sudah banyak pengguna Whaff yang memiliki pendapatan hingga Ribuan Dolar atau Puluhan Juta Rupiah. Action Now !!

Jumat, 09 Oktober 2015

Kronologi Kerusuhan Ambon


Hasil gambar untuk kerusuhan ambon 1999
Kronologis kerusuha ambon (sept 1999)
·  PENGANTAR
Kerusuhan Ambon (Maluku) yang terjadi sejak bulan Januari 1999 hingga saat ini telah memasuki periode kedua, yang telah menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang cukup besar serta telah membawah penderitaan dalam bentuk kemiskinan dan kemelaratan bagi rakyat di Maluku pada umumnya dan kota Ambon pada khususnya.
Kerusuhan Ambon (Maluku) yang semula menurut pemahaman kalangan masyarakat awam sebagai sebuah tragedi kemanusiaan yang disebabkan oleh suatu tindak/peristiwa kriminal biasa, ternyata berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan adalah merupakan sebuah rekayasa yang direncanakan oleh orang atau kelompok tertentu demi kepentingannya dengan mempergunakan isu SARA dan beberapa faktor internal didaerah (seperti kesenjangan ekonomi, diskriminasi dibidang pemerintahan dll) untuk melanggengkan skenario yang ditetapkan.
Begitu matangnya rencana yang dilakukan yang diikuti dengan berbagai penyebaran isu yang menyesatkan, seperti adanya usaha-usaha dari kelompok separatis RMS (Republik Maluku Selatan) yang sengaja diidentifisir dengan Republik Maluku Serani (Kristen), adanya usaha untuk membantai umat Islam di Maluku, keterlibatan preman Kristen Jakarta, isu pemasokan senjata kepada umat Kristen di Maluku dari Israel dan Belanda, serta berbagai isu menyesatkan lainnya telah menimbulkan semakin kuat dan mengentalnya sikap dan prilaku fanatisme terhadap masing-masing agama (Islam dan Kristen).
Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan ABRI untuk mengklarifikasi isu-isu yang tidak bertanggung jawab tersebut ternyata tidak mampu meredam kekuatan dari mereka yang menginginkan agar kerusuhan Ambon (Maluku) terus diperpanjang dan diperluas.
Penciptaan kondisi ini semakin menguat ketika ABRI (TNI dan Polri) telah dengan sengaja ikut menciptakan konflik yang berkepanjangan melalui penanganan pengendalian keamanan yang tidak profesional dan terkesan bertendensi mengipas-ngipas agar kerusuhan di Maluku tak kunjung selesai.
Peranan Pemerintah Daerah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Militer serta komponen bangsa lainnya yang ada di daerah melalui berbagai upaya rekonsiliasi untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai hanya bersifat "semu" belaka. Satu dan lain hal disebabkan karena tidak ada kemauan yang transparan dalam upaya menyelesaikan pertikaian, juga upaya rekonsiliasi lebih bersifat Top Down dan bukan Bottom Up.
Sejauh mana kebenaran dari pikiran-pikiran di atas, berikut kami dari YAYASAN SALA WAKU MALUKU sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) lokal mencoba menurunkan rangkuman kronologis peristiwa kerusuhan di Maluku (Ambon) yang diperoleh berdasarkan hasil investigasi di lapangan.
  1.  KRONOLOGIS PERISTIWA KERUSUHAN DI MALUKU

  1. AWAL PERISTIWA
Peristiwa kerusuhan di Ambon (Maluku) diawali dengan terjadinya perkelahian antara salah seorang pemuda Kristen asal Ambon yang bernama J.L, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot dengan seorang pemuda Islam asal Bugis, NS, penganggur yang sering mabuk-mabukan dan sering melakukan pemalakan (istilah Ambon "patah" ) khususnya terhadap setiap sopir angkot yang melewati jalur Pasar Mardika – Batu Merah.
Saat itu tanggal 19 Januari 1999, masih dalam hari raya Idul Fitri (hari kedua), pemuda Bugis NS bersama temannya seorang pemuda Bugis lain bernama T, melakukan pemalakan di Batu Merah terhadap pemuda Kristen J.L selama beberapa kali ketika J.L mengendari angkotnya dari jurusan Mardika – Batu Merah. Namun permintaan kedua pemuda Bugis tersebut tidak dilayaninya, karena J.L belum mempunyai uang, mengingat belum ada penumpang yang dapat diangkutnya, karena hari itu hari raya Idul Fitri.
Permintaan dengan desakan yang sama dilakukan oleh pemuda NS hingga kali yang ketiga saat pemuda Ambon J.L berada di terminal Batu Merah, malah pemuda Bugis NS tidak segan-segan mengeluarkan badiknya untuk menikam pemuda Ambon J.L. Untunglah J.L sempat menangkisnya dengan mendorong pintu mobilnya.
Merasa dirinya terancam, pemuda J.L langsung pulang ke rumahnya mengambil parang (golok) dan kembali ke terminal Batu Merah. Disana ia masih menemukan pemuda Bugis NS bersama temannya T. Ia kemudian memburunya, dan NS kemudian berlari masuk ke kompleks pasar Desa Batu Merah.
NS kemudian ditahan oleh warga Batu Merah, dan ketika ia ditanya apa permaslahannya, maka ia (NS) menjawab bahwa, "ia akan dibunuh oleh orang Kristen".
Jawabannya ini kemudian yang memicu kerusuhan Ambon, dengan munculnya warga Muslim dimana-mana untuk menyerang warga Kristen dan sebaliknya juga warga Kristen yang muncul untuk mempertahankan diri.
  1. PECAHNYA KERUSUHAN DI MANA-MANA
Beberapa saat berselang atau sekitar 5 menit setelah peristiwa saling kejar-mengejar antara pemuda Muslim asal Bugis, NS dengan pemuda Kristen asal Ambon J.L, seperti ada komando, kerusuhan akhirnya pecah dimana-mana dalam kota Ambon.
Kira-kira jam 15.00 WIT ratusan masa Muslim muncul dari Desa Batu Merah (lokasi dimana pemuda Bugis NS dikejar dan berteriak akan dibunuh oleh oleh orang Kristen) bangkit menyerang warga Kristen di kawasan Mardika (tetangga desa Batu merah) dengan menggunakan berbagai alat tajam (parang, panah, tombak dan lain-lain) dengan seragam dan berikat kepala putih. Mereka sempat melukai, merusak dan mebakar rumah-rumah warga Kristen Mardika. Demikian juga pada waktu yang bersamaan, beberapa lokasi pemukiman Kristen seperti Galunggung, Tanah Rata, Kampung Ohiu, Silale dan Waihaong ikut diserang oleh kelompok penyerang Muslim. Beberapa orang warga Kristen terbunuh, ratusan rumah dibakar dan sebuah gereja yang terletak di kawasan Silale dirusak dan akhirnya dibakar oleh masa.
Dari lokasi-lokasi ini, kerusuhan berlanjut terus dan hanya berbeda waktu beberapa menit dari lokasi ke lokasi yang lain.
Warga Kristen yang mendiami lokasi Batu Gantung , Kudamati dan sekitarnya setelah mendengar penyerangan yang dilakukan oleh masa Muslim terhadap warga Kristen di Mardika, Galunggung, Kampung Ohiu, Waihaong dan Silale serta mendengar gereja Silale telah terbakar, bangkit amarahnya dan memberikan serangan balasan terhadap warga Muslim melalui pengrusakan dan pembakaran rumah-rumah di kawasan Batu Gantung dan Kompleks Pohon Beringin, serta melakukan pengrusakan dan pembakaran terhadap berbagai kendaraan seperti becak, sepeda motor dan mobil.
  1. SALING MENYERANG
Setelah terjadi kerusuhan pada beberapa lokasi seperti tersebut di atas yang berlangsung sejak siang hingga menjelang malam tanggal 19 Januari 1999, maka memasuki malam hingga pagi hari tanggal 20 Januari 1999, suasana terasa semakin mencekam dengan semakin berkembangnya isu telah terjadi pertikaian antar sesama warga Ambon (Maluku) yang bernuansa SARA, terutama diantara kelompok yang beragama Kristen dan Muslim.
Beberapa lokasi di dalam wilayah kota Ambon terus berkecamuk. Di lokasi Pohon Puleh, Tugu Trikora dan Anthony Rhebok hingga tengah malam tanggal 19 januari 1999, terlihat masa diantara kedua kubu saling berhadap-hadapan dan mencoba untuk saling melakukan penyerangan dengan pelemparan batu yang diteruskan dengan pengrusakan dan pembakaran sejumlah rumah diantara kedua belah pihak, pembakaran kendaraan (becak, sepeda motor dan mobil) dan pembakaran sebuah sekolah Al Hilal di Jl. Anthony Rhebok. Sementara itu di kawasan Batu Merah Tanjung yang dihuni oleh mayoritas warga Muslim, terjadi pengrusakan, pembakaran terhadap rumah-rumah dan pembantaian terhadap beberapa warga Kristen. Di lokasi inipun sebuah gereja sempat dirusak kemudian dibakar oleh masa Muslim. Sedangkan di lokasi Puleh (Karang Panjang) warga Kristen sempat merusak dan membakar rumah-rumah warga Muslim, demikian juga sebuah mesjid yang terletak di lokasi ini.
Menjelang pagi hari tanggal 20 Januari 1999, terjadi penyerangan secara besar-besaran yang dilakukan oleh warga Kristen terhadap kompleks Pasar Gambus, kompleks Pasar Mardika dan kompleks Pasar Pelita yang berada di tengah-tengah jantung kota. Penyerangan ini dimulai dengan kosentrasi masa Muslim disekitar Jl. A. J. Patty menuju ke lapangan Merdeka Ambon yang diduga akan melakukan penyerangan ke gereja Maranatha (gereja Pusat Ambon).
Masa Kristen yang berada di sekitar kompleks gereja Maranatha merasa terancam, akhirnya melakukan penyerangan ke lokasi tersebut yang merupakan daerah yang mayoritas dihuni oleh warga muslim dengan jalan membakar habis kompleks tersebut. Diperkirakan banyak korban yang meninggal, karena terjebak kebakaran yang hingga saat ini sulit teridentifikasi.
  1. WARGA MUSLIM JAZIRAH LEIHITU BERGERAK
Pecahnya kerusuhan Ambon tanggal 19 Januari 1999 akhirnya melebar keluar kota Ambon. Pada tanggal 20 Januari 1999, kira-kira jam 09.00 WIT, warga Muslim jazirah Leihitu yang terletak bagian barat dan utara Pulau Ambon mulai bergerak dengan sasaran menuju kota Ambon. Menurut data yang ditemukan di lapangan , tujuan mereka bergerak menuju kota Ambon karena adanya isu yang tidak benar bahwa mesjid Al-Fatah di kota Ambon telah dibakar oleh orang-orang Kristen. Selain itu juga ada data yang mengungkapkan bahwa tujuan mereka ke Ambon adalah dalam rangka silahturahmi berkenan dengan hari raya idul fitri.
Namun apapun alasan yang dibuat oleh mereka, ternyata semuanya hanya untuk membela diri, karena cukup bukti yang ditemukan di lapangan bahwa setelah terjadinya kerusuhan tanggal 19 Januari 1999 di kota Ambon, telah terjadi kontak antara umat Muslim kota Ambon dengan umat Muslim jazirah Leihitu untuk melakukan penyerangan terhadap desa-desa Kridten yang berada di sekitarnya maupun yang menuju arah kota Ambon.
Bukti-bukti di atas didukung pula dengan adanya fakta bahwa dalam waktu yang relatif singkat, seluruh warga Muslim jazirah Leihitu dapat dikumpulkan, pada hal jarak antara desa yang satu dengan yang lainnya cukup berjauhan. Pada saat penyerangan, mereka telah menggunakan simbol-simbol tanda pengenal khusus (baju seragam dan ikat kepala putih) serta membawah alat tajam seperti parang, panah, tombak dan bom yang cukup banyak. Malah strategi penyerangan yang dilakukan cukup sistimatis dan terencana. Menurut data yang ditemukan di lapangan saat terjadinya penyerangan, pasukan Muslim yang menyerang desa-desa Kristen tersebut terdiri dari 3 kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok pengusir yang menggunakan bom rakitan, kelompok kedua adalah kelompok penjarah dan kelompok ketiga adalah kelompok perusak dan pembakar rumah-rumah warga sekaligus melakukan pembersihan dalam bentuk pembantaian terhadap warga Kristen yang ditemukan.
Ketika mereka mulai bergerak pada tanggal 20 Januari 1999, sedikitnya ada 3 pasukan penyerang. Pasukan pertama terdiri dari warga Muslim desa Hitu, Mamala, Morela dan sebagian lagi warga Desa Wakal yang melakukan penghancuran terhadap warga Desa/Dusun Kristen Telaga Kodok, Benteng Karang, Hunuth/Durian Patah, Waiheru, Nania dan Negeri Lama.
Operasi penyerangan yang mereka lakukan sejak pagi hingga sore hari tanggal 20 Januari 1999, sempat membumihanguskan perkampungan di atas, merusak, membakar, menjarah rumah-rumah dan harta milik serta melukai dan membunuh sejumlah warga Kristen yang ditemui.
Dari data yang ada ratusan rumah dirusak, dibakar dan dijarah. 5 buah gereja dibakar habis (3 buah di Benteng Karang, 1 buah di Nania, 1 buah di Negeri Lama), 1 buah sekolah dibakar, kurang lebih 25 orang dibunuh, termasuk salah seorang pendeta yang baru selesai berdoa di gereja Nania, yaitu Pdt. THYSEN dan mayatnya kemudian dibakar, ratusan warga dilukai serta sebagian besar harta benda milik warga, dijarah dan diangkut dengan mobil-mobil truck.
Tragisnya lagi dari kurang lebih 20 warga Kristen yang dibunuh di dusun Benteng Karang, 15 diantaranya kemudian dibakar dan salah satunya adalh Ny. RINA SERPIELA, ibu hamil (6 bulan) dibunuh dengan cara membelah perutnya kemudian janinnya dikeluarkan dan dibakar bersama mayat ibunya. Peristiwa ini disaksikan sendiri oleh suaminya YOPY SERPIELA. Sedangkan anaknya yang berusia 2 tahun sempat diculik dan dijadikan tameng oleh penyerang dari lemparan batu warga Kristen yang bertahan.
Seorang pendeta dari gereja Sidang Jemaat Allah yang bersama-sama dengan beberapa orang tua, wanita dan ank-ank juga sempat dibom oleh penyerang, saat mereka bersembunyi di sebuah goa di Dusun Benteng Karang, untunglah bom tersebut tidak meledak.
Pasukan kedua terdiri dari warga Muslim Desa Wakal yang melakukan pengrusakan, pembakaran dan pembantaian terhadap warga Kristen yang berada di sekitarnya hingga ke arah Desa Hitu dari arah timur hingga ke Desa Hila. Mereka merusak, membakar dan menjarah rumahdan harta milik warga Kristen. Malah di Desanya sendiri- Desa Wakal - mereka sempat membantai seorang pendeta yaitu MECKY SAINYAKIT dan sopir truck DIRK MATAHERU yang saat itu menggunakan mobil truck dari arah Desa Hila menuju desa Wakal untuk mencari angkutan bagi rombongan Bible Camp GKPB yang akan pulang ke Ambon.
Setelah selesai mebunuh pendeta dan sopir mobil tersebut, mereka kemudian menuju ke kompleks Field Station Fakultas Perikanan Universitas Pattimura, dimana anggota jemaat dari sang pendeta sedang bersiap-siap pulang ke Ambon setelah melakukan kegiatan Bible Camp.
Rombongan yang sebagian besar anak-anak dan wanita itu (kurang lebih 100 orang) kemudian diserang dan dibantai. Beberapa orang anak sempat melarikan diri dengan cara berenang ke laut dan masuk hutan.
Mereka kemudian ditolong oleh warga Muslim asal Buton dan beberapa penduduk Muslim lainnya, kemudian dievakuasi melalui hutan (gunung) ke Desa Hative Besar dan Poka /Rumahtiga. Sebagian yang lain memilih tetap tinggal akhirnya disiksa, dilukai dan 4 (empat) orang dibunuh dan kemudian mayatnya dilempar dan ditinggalkan begitu saja di dalam got. Dalam peristiwa ini seorang pemuda Kristen yang bernama ROY PONTOH sempat dibunuh karena ketika ditanya "kamu siapa", ia menjawab "saya tentara Allah" secara berulang kali kepada para pembantainya.
Pasukan ketiga terdiri dari warga Muslim Desa Hila Islam yang melakukan penyerangan terhadap Desa Hila Kresten dan pembantain terhadap 8 (delapan) orang warga Kristen asal Desa Ulath Pulau Saparua yang sementara membersihkan kebunnya di hutan Desa Hila Islam.
Menurut data yang peroleh di lapangan beberapa saat setelah terjadi penyerangan dan pembantaian pasukan pertama dan pasukan kedua di lokasi-lokasi yang disebut di atas, warga Desa Hila Islam menyerang dan membumi hanguskan Dusun Hila Kristen yang sebenarnya dari segi adat istiadat dan budaya masih mempunyai hubungan keluarga. Penyerangan ini mengakibatkan seluruh rumah-rumah warga Kristen di Dusun ini terbakar termasuk 1 (satu) buah Gereja tua yang mempunyai nilai sejarah, 1 (satu) orang dibunuh dan dibakar serta 2 (dua) orang lainnya mengalami luku-luka. Warga Kristen Dusun ini terpaksa harus mengungsi dengan berjalan kaki melewati gunung (ada yang sampai dua hari perjalanan untuk tiba ditempat pengungsian yaitu Desa Hative Besar).v Dalam perjalanan pengungsian ini mereka juga ditolong saudara-saudaranya dari Desa Kaitetu yang beragama Muslim.
  1. TIMBUL FANATISME AGAMA YANG KUAT
Kerusuhan demi kerusuhan di Pulau Ambon pada akhirnya bersangkut paut dengan sikap toleransi warga yang berdomesili di Pulau Ambon. Sementara isu pertikaian yang bernuasa SARA semakin dipertajam sehingga menimbulkan panatisme antara masing-masing umat beragama. Berkenaan dengan itu maka pada tanggal 21 Januari 1999 warga Kristen yang berdomisili di Batu Gajah Dalam mendengar terbunuhnya 2 (dua) orang pendeta dan pembakaraan beberapa buah gereja dalam penyerangan yang dilakukan oleh warga Muslim dari jasirah Leihitu kemudian bangkit menyerang warga Muslim Dusun Batu Bulan dan membantai sejumlah warganya. Dari data di lapangan terungkap 150 buah rumah dibakar/dirusak, 5 (lima) orang dibunuh dan 1 (satu) buah Mesjid terbakar. Demikian juga pada tanggal yang sama warga Kristen yang berdomesili di Batu Gantung Dalam (Kampung Ganemo), Mangga Dua, Kudamati ikut melakukan penyerangan terhadap warga Muslim yang berada di sekitarnya. Dalam penyerangan ini 8 (delapan) orang meninggal dunia.. 5 (lima) orang warga Muslim diantaranya dibantai kemudian dibakar bersama mobil truk yang mengangkutnya di kawasan Mangga Dua karena diduga sebagai propokator dan membawa bahan peledak.
Sementara itu di kawasan Desa Hative Besar Kotamadya Ambon terjadi penyerangan dari warga Muslim asal Buton, Bugis dan Makasar dari Dusun Wailete yang berada di bawah wilayah Desa Hative Besar yang mengakibatkan puluhan rumah warga Kristen Desa Hative Besar terbakar. Peristiwa ini selain dipicu oleh dampak kerusuhan Ambon tanggal 19 Januari 1999, juga diakibatkan oleh dendam lama yaitu peristiwa kerusuhan yang terjadi pada bulan Nopermber 1998. Tindakan penyerangan warga Dusun Wailete tersebut dibalas oleh warga Kristen Desa Hative Besar yang membakar habis lokasi pemukiman mereka. Akibat Peristiwa ini ratusan rumah terbakar dan 4 (empat) orang Warga Muslim Meninggal, 1 buah Mesjid dan 1 buah Mushola terbakar.
  1. KERUSUHAN BERGESER KE LUAR PULAU AMBON
Begitu liciknya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang tidak menginginkan kedamaian di Maluku, akhirnya mereka mampu memprovokasi isu SARA dalam kerusuhan Ambon yang semakin mengental di kalangan masyarakat. Selain faktor di atas semakin terasa dikembangkan pula isu-isu yang tidak benar di kalangan umat Muslim di luar pulau Ambon seperti telah terbakarnya Mesjid Al-Fatah yang merupakan pusat kebanggaan umat Muslim di Maluku, terbakarnya rumah dan terbunuhnya beberapa tokoh Muslim di kota Ambon yang dilakukan oleh orang-orang Kristen.
Isu-isu yang tidak benar ini, akhirnya keluar dari wilayah pulau Ambon. Serentak dengan itu umat Muslim di kota Sanana (Kabupaten Maluku Utara) bangkit dan menyerang kelompok minoritas Kristen di kota Sanana dan sekitarnya pada tanggal 21 Januari 1999 tengah malam. Puluhan rumah dan bangunan dirusak dan dibakar termasuk 4 (empat) buah Gereja serta 3 (tiga) orang warga Kristen dibunuh oleh masa dan 6 (enam) orang lainnya (3 orang warga Kristen dan 3 orang warga Muslim) mengalami luka-luka.
Demikian juga 24 Kepala Keluarga minoritas Kristen yang tinggal di Dusun Papora, Desa Luhu (beragama Muslim) Kecamatan Seram Barat Piru dibumi hangsukan oleh warga Desa Luhu. Rumah-rumah dan harta benda mereka dibakar habis termasuk 2 (dua) buah Gereja. Mereka terpaksa lari ke hutan-hutan untuk melindungi diri selama beberapa hari, sebelum akhirnya dengan menempuh jalan kaki berkilo-kilo meter, akhirnya tiba di Desa Lokki (sebuah Jemaat Kristen) dan mengungsi di situ. Sayangnya Desa Lokki ini juga telah dibumi hanguskan oleh kelompok Muslim pada kerusuhan periode kedua yang dimulai pada pertengahan bulan Juli 1999, sehingga akhirnya pengungsi asal Dusun Papora ini bersama-sama warga Kristen Desa Lokki harus menempuh jalan hidup baru dengan mengungsi ke Desa Piru (ibu kota Kecamatan Seram Barat).
Nasib malang ini juga ikut dialami oleh warga Kristen Desa Tomalehu Timur di pulau Manipa (Kecamatan Seram Barat). Desa Tomalehu Timur yang merupakan satu-satunya Desa Kristen di pulau ini ikut dibumi hanguskan oleh warga Muslim dari Desa Kelang Asaude, Hasaoi, Luhutubang, Aman Jaya, Tuniwara dan Buano Hatuputih. Semula mereka sempat dilindungi oleh warga Muslim Desa Tomalehu Barat yang mempunyai hubungan Gandong (dari satu moyang hanya berbeda agama). Namun upaya perlindungan ini tidak membuahkan hasil, karena kelompok Muslim Desa tetangga lainnya yang menyerang warga Kristen Tomalehu Timur berada dalam jumlah yang cukup banyak. Desa ini akhirnya dibumi hanguskan pada tanggal 25 Januari 1999 jam 04.00 WIT. Seluruh rumah dan bangunan dibakar habis termasuk 1 (satu) buah gedung Gereja, 1 (satu) orang meninggal dunia dan 1 (satu) orang lainnya mengalami luka berat. Sama halnya dengan Dusun Papora, warga Kristen Desa Tomalehu Timur ini merupakan kelompok minoritas yang berada di tengah-tengah kelompok mayoritas Muslim. Ketika terjadinya penyerangan terhadap mereka, jalan satu-satunya yang mereka tempuh adalah lari masuk ke hutan untuk menyelamatkan diri, sebelum mereka dievakuasi oleh aparat keamanan dan diungsikan ke Desa Tomalehu Barat (Desa Muslim) yang merupakan Desa Gandong mereka.
Setelah beberapa hari tinggal di Desa Tomalehu Barat, perasaan was-was selalu menghantui mereka karena hampir setiap hari mereka mendapat ancaman dari Desa-Desa penyerang untuk dihabisi.
Akhirnya atas koordinasi dengan aparat keamanan dan tanpa memikirkan bagaimana masa depan mereka, mereka dievakuasi dengan kapal TNI Angkatan Laut pada akhir bulan Pebruari 1999 ke kota Kecamatan Piru. Di lokasi pengungsian yang baru ini mereka diterima oleh warga Kristen pada beberapa Jemaat/Desa di antaranya : Piru, Neniari, Lumoli, Translog Mata Empat, Eti dan Morakao.
  1. PULAU AMBON TETAP BERGOLAK
Ketika beberapa lokasi Desa Kristen di luar pulau Ambon sebagaimana yang diuraikan di atas diserang dan dibumi hanguskan oleh warga Muslim, maka hingga akhir bulan Januari 1999 situasi di Pulau Ambon terus bergolak, melalui berbagai pertikaian antar kelompok yang bertikai (Muslim dan Kristen).
Dalam kurun waktu tersebut beberapa kejadian sempat terjadi dalam kota Ambon seperti di Gudang Arang, Batu Gong, Desa Passo dan beberapa lokasi lain dalam skala kecil.
Di Gudang Arang pada tanggal 23 Januari 1999 kira-kira jam 14.00 WIT masa Muslim asal BBM (Buton, Bugis, Makasar) dengan memanfaatkan aparat keamanan (bantuan) KOSTRAD yang berasal dari Ujung Pandang telah melakukan penyerangan dan pembakaran rumah-rumah warga Kristen di Gudang Arang.
Beberapa orang pemuda warga Kristen yang mencoba mempertahankan diri ditembak oleh aparat keamanan yang mengakibatkan 1 (satu) orang meninggal dunia dan 6 (enam) orang luka-luka karena tembakan aparat keamanan serta beberapa buah rumah rusak dan terbakar.
Melihat tindakan aparat keamanan yang memihak dalam bentuk memimpin penyerangan tersebut, salah seorang pemuda Kristen sempat membantai seorang aparat keamanan dengan parang (golok) hingga meninggal dunia.
Sementara itu di Batu Gong Desa Passo pada tanggal 21 Januari 1999 terjadi penyerangan terhadap warga Muslim asal Buton di Wailiha oleh masa Kristen Desa Passo. Walaupun tidak terjadi korban jiwa dan hanya 1 (satu) buah rumah terbakar, namun pada tanggal 23 Januari 1999 masa Kristen Desa Passo kembali melakukan penyerangan. Kali terhadap masa Muslim di sekitar kompleks pabrik Playwood Batu Gong. Akibat penyerangan ini 1 (satu) orang mengalami luka, 1 buah Mesjid terbakar dan beberapa buah rumah warga Muslim rusak/terbakar.

 
Copyright 2011 Molokus . Powered by Blogger
Blogger by Blogger Templates WP by Wpthemescreator